Postingan

Matematika untuk Kehidupan

Sering aku bertanya-tanya sama diri sendiri. Apakah matematika bisa memberikan aku kehidupan yang layak??? (Dalam arti aku berprofesi dengan keahlian matematika). Karena yang memberikan kehidupan adalah Allah SWT. Kalo kita mau menengok sejarah Matematika, maka banyak orang2 yang besar dari Matematika. Tapi mereka kebanyakan bukan mencari hidup dan ketenaran dari Matematika. Tapi mereka adalah orang2 yang besar Karena ingin Memperluas dan memperdalam Ilmu Matematika Mereka. Trus... apa kaitannya matematika dengan kehidupan???? Banyak.... klo kita perhatikan, ga usah dengan seksama. Tapi Sepintas aja sudah cukup. Kita lihat dan mungkin kita menjalaninya setiap hari. Tapi masih banyak orang yang tidak sadar. Kita setiap hari selalu bergubungan dengan yang namanya jual beli. ada penjual dan ada pembeli. Dan dalam jual beli itu, kita secara sadar atau tidak sedang menerapkan ilmu matematika. Dan kalau ditelusuri lebih lanjut. Antar penjual dan pembeli banyakan mana??? Jawabannya ...

Robot Pesawat Pengumpul Data angin Topan

Gambar
Pesawat kecil yang super ringan dan tak berawak ini mempunyai tugas yang cukup berbahaya. Ya... cukup berbahaya karena tugas dari pesawat ini adalah mengumpulkan data-data dari sebuah angin topan besar. Sebagaimana diberitakan BBC (23/01/2008). Pesawat ini diluncurkan dari sebuah helicopter yang mengangkut pesawat ini. Wah.. hebat yach. Kapan kita punya pesawat tanpa awak yang bisa kita gunakan untuk mengawasi perbatasan. Yah... kalo diitung2, dengan menggunakan pesawat seperti ini, bakalan ga memerlukan uang yang banyak dech. Coz pesawat tanpa awak bisa ini terbang dengan tidak menggunakan bahan bakar. Tapi memanfaatkan angin alias hanya mengandalkan beratnya yang cukup ringan. Ayo orang-orang matematika yang ada di Indonesia, mari kita bantu negara ini dengan memberikan sedikit analisis mengenai bagaimana seharusnya membuat pesawat tanpa awak ini. He.. hee.. soalnya aku blom mampu.

Penghasilan pengamen Rp.90.000 / hari (+/- $ 10 )

Bagi setiap orang, rezeki yang halal dan barokah sangatlah diidam2kan. Tapi untuk memperolehnya dibutuhkan kerja keras dan selalu bertawakkal kepada yang mempunyai dan mengatur rezeki. Tadi malam saya sempat kedatangan seorang (mohon maaf) Pengamen yang mau menukarkan uang hasil Ngamennya. Ya, berhubung setiap hari saya membutuhkan uang recehan yang tidak sedikit, jadi saya trima pengamen tadi dengan baik2. Pengamen tadi tak suruh menghitung dulu uang yang mo ditukarkan. Tapi beliaunya ga mau menghitungnya sendiri. Jadi kami bertiga (saya, temen saya & pengamen) sama2 menghitungnya. Pertama, pengamen tadi mengeluarkan uang recehan (200 & 500 rupiah). Kami kemudian menghitungnya, dan hasilnya yaitu 25 ribu. Kami kira sudah tidak ada. Tapi ternyata si pengamen tadi masih punya uang recehan. Si pengamen mengeluarkan uang recehan yang kedua, jumlahnya hampir sama dengan yang pertama. Kami pun menghitungnya lagi, dan jumlahnya sama 25 ribu. Belum selesai kami menghitung yang kedua, ...

Matematika Dulu, Sekarang dan yang Akan Datang

Kalo melihat perkembangan sejarah matematika. Maka kita akan melihat bahwa semua dasar-dasar matematika telah ditentukan oleh para matematikawan generasi pertama. Baik para matematikawan dari Yunani, India, China, Maupun para matematikawan zaman keemasan Islam. Matematikawan dari Yunani kuno, India kuno, Mesir kuno, kebanyakan adalah para pelopor (yang memberikan banyak ide) yang kemudian dikembangkan oleh para matematikawan dari Islam (masa keemasan Islam). Sebagai contoh, berikut adalah daftar matematikawan dari zaman keemasan islam yang aku peroleh dari wikipedia.com Al-Ḥajjāj ibn Yūsuf ibn Maṭar (786 – 833) Al-Ḥajjāj translated Euclid 's Elements into Arabic. Muḥammad ibn Mūsā al-Khwārizmī (c. 780 Khwarezm / Baghdad – c. 850 Baghdad) Al-Khwārizmī was a Persian mathematician , astronomer , astrologer and geographer . He worked most of his life as a scholar in the House of Wisdom in Baghdad . His Algebra was the first book on the systematic solution of linear and qua...

Raden Ayu Kartini

Gambar
Raden Ajeng (Adjeng) Kartini or, more accurately, Raden Ayu (Ajoe) Kartini, ( April 21 , 1879 – September 17 , 1904 ), was a prominent Javanese and an Indonesian national heroine. Kartini is known as a pioneer in the area of women's rights for native Indonesians. Biography Kartini was born into an aristocratic Javanese family in a time when Java was still part of the Dutch colony , the Dutch East Indies . Kartini's father, Raden Mas Sosroningrat, became Regency Chief of Jepara , and her mother was Raden Mas' first wife, but not the most important one. At this time, polygamy was a common practice among the nobility . Kartini's father, RMAA Sosroningrat, was originally the district chief of Mayong. Her mother was MA Ngasirah, the daughter of Kyai Haji Madirono, a teacher of religion in Teluwakur, Jepara, and Nyai Haji Siti Aminah. At that time, colonial regulations specified that a Regency Chief must marry a member of the nobility and because MA Ngasirah was not ...

Pelajaran Matematika SD

Aku dapat sedikit humor matematika. Ya.. biar kita yang berkutat dengan matematika ga jadi keriting gara-gara pusing mikirin persamaan yang ga sama-sama. Humor ini aku dapat di www.ketawa.com , ceritanya begini : Suatu hari disebuah ruang kelas, seorang guru matematika mengajarkan sudut segitiga kepada murid-muridnya. Guru : "Anak-anak sudut ABC sama dengan 60 DERA...?" Murid : "JAT!" Guru : "Sudut BAC sama dengan 60 DERA...?" Murid : "JAT!" Guru : "Jadi kedua sudut itu sama-sama BE...?" Murid : "JAT!" Guru : "#$%!*&..."

Contribution of Khwârazmî to Mathematics and Geography

Gambar
Contribution to Mathematics Mûsâ Al-Khwârazmî is one of the greatest scientific minds of the medieval period and most important Muslim mathematician who was justly called the 'father of algebra'. He wrote the Kitâb al-Jem wa'l Tafrîq bi Hisâb al-Hind also called Kitâb Hisâb al-adad al-Hindî on arithmetic in which he used Indian numerals including zero in place of depicting numbers by the letters of the alphabet and the decimal notations or numeration by position" for the first time. It deals with the four basic operations of addition, subtraction, multiplication and division as well as with both common and sexagesimal fractions and the extraction of the square root. The original Arabic text of the book is lost and its only Latin translation is available. Other mathematical writings of Mûsâ Al-Khwârazmî are also not known. His best known classical work on algebra is the Kitâb al-Mukhtasar fî Hisâb al-Jabr wa'l Muqâbala. It was also translated into Latin in the Middl...